Skip to main content

Workshop Satpam Peningkatan Kompetensi Satpam Dalam Rangka Mendukung Pemilu 2024

KARANGANYAR - Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Andri Army Yudha Ardhitama, S.I.P., diwakili oleh Kepala Staf Kodim Mayor Chb Sutaryanta menghadiri Workshop Satpam dengan tema Peningkatan Kompetensi Satpam dalam rangka mendukung Pemilu 2024, di ruang anthurium rumdis Bupati Karanganyar.

Satpam akan dilibatkan dalam Pemilu 2024 di Karanganyar nanti. Mereka diharapkan bisa mendinginkan suhu politik jelang Pemilu 2024.

Ketua BPD Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Jawa Tengah, Agus Nurwijanarko mengatakan, satpam menjadi penengah apabila muncul gesekan di lingkungan kerja akibat para karyawan yang berbeda sudut pandang.

"Satpam jadi cooling system untuk Pemilu 2024. Kuncinya, satpam harus netral. Satpam menengahi perselisihan di lingkungan kerja," kata Agus saat menyampaikan materi workshop perkumpulan satpam Polres Karanganyar (PASKA) bertajuk Peningkatan Kompetensi Satpam dalam rangka Mendukung Pemilu 2024.

Agus menekankan profesi satpam setara mata pencaharian para profesional lainnya seperti dokter maupun pengacara. Sehingga untuk meraih profesi satpam perlu mengantongi sertifikat keahlian dan kompetensi.

"Makin mendekati pemungutan suara, dimungkinkan warna politik mulai tampak di lingkungan kerja, apabila perbedaan itu memicu gesekan, satpam wajib bertindak mendinginkan suasana," kata Agus.


Agus juga menambahkan, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) siap mengakomodasi kebutuhan tersebut.  Menurutnya, para satpam tak boleh puas dengan hanya memiliki kualifikasi garda pratama. Namun juga sertifikat kompetensi berlogo garuda emas, dimana kualifikasi satpam diakui secara nasional dan internasional.

Ia menghimbau kepada para pengguna jasa keamanan, untuk dapat menggandeng Badan Usaha Jasa Keamanan (BUJP) legal.

"BUJP yang legal pasti memuliakan profesi satpam, profesi ini tak akan dihargai murah, karena memperolehnya susah, semua sertifikasi dan perizinan harus terpenuhi," kata Agus.

Dia menyebut di Kabupaten Karanganyar, ada 90 persen satpam mengantongi legalitas profesi dan tergabung di organisasi. Ia juga mendorong pemerintah serta para investor mendukung pemenuhan standardisasi satpam.

"Biaya pendidikan satpam memang tidak murah, sekira Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta, ada beasiswa dari Dinas Ketenagakerjaan, subsidi program dan kami mendorong perusahaan mau menopang biaya itu bagi satpam," katanya.

Sementara itu, Ketua PASKA Suyitno mengatakan workshop diikuti 120 peserta. Sebelumnya, para peserta mengikuti latihan pemadaman kebakaran di Tasikmadu pada September 2023 dan agenda selanjutnya pembinaan fisik anggota PASKA.
 
"Kita terus mengajak rekan-rekan seprofesi agar masuk organisasi. Banyak benefit seperti dukungan Polres dan Pemda di kegiatan-kegiatan," singkat Suyitno.(Lam-Kra27)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->