Skip to main content

Apel Dalam Rangka Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2024

KARANGANYAR — Sampai saat ini pembentukan desa tangguh bencana sudah mencakup 44 desa. 37 desa sudah terbentuk, 7 desa tambah tahun ini. Harapannya desa itu yang ada di daerah rawan bencana di Karanganyar sudah menjadi desa mandiri bencana.

''Artinya jika terjadi bencana desa itu maka warga sudah terdidik untuk melakukan penyelamatan diri sendiri dan keluarganya, terutama, dan juga tetangganya. Dengan cepat mereka melakukan evakuasi, membuka dapur umum, dan lainnya sebagai upaya menghadapi bencana,'' kata Hendro Prayitno, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Karanganyar.

Turut hadir Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Andri Army Yudha Ardhitama, S.I.P., diwakili Kepala Staf Kodim Mayor Chb Sutaryanta.

Usai melakukan upacara Kesiapsiagaan Bencana di halaman Setda Karanganyar, Jumat (26/4) dia mengatakan, sosialisasi dan edukasi terus dilakukan sehingga seluruh desa terutama di daerah rawan bencana, termasuk siswa sekolah terus dilakukan untuk menciptakan desa mandiri tangguh bencana.

Pj Bupati Karanganyar Timotius suryadi mengatakan, sebagai daerah yang wilayahnya 14 kecamatan dari 17 kecamatan termasuk rawan bencana longsor, angin ribut, banjir, maka orientasi dan kesiagaan menghadapi bencana harus diubah dari reaktif menjadi preventif.

Itu penting, sehingga tidak ribut begitu ada bencana namun secara mandiri warga desa sudah siap begitu muncul bencana yang tidak bisa diprediksi. Dan pemerintah juga tinggal menindaklanjuti karena pemain utama penanggulangan bencana sudah masyarakat sendiri.

Dalam upacara itu dilakukan pula senam tangguh bencana yang isinya juga edukasi tentang mandiri bencana, seperti saat bencana datang yang diselamatkan adalah kepala, masuk kolong meja, menjauhi kaca, dan lainnya.

Juga dipamerkan kesiapan warga saat upaya penyelamatan warga yang menderita patah kaki saat terjadi bencana. Mulai pertolongan pertama dari relawan bencana, sampai upaya membawa korban ke rumah sakit dan kesiapan ambulans desa dan relawan untuk mengangkut.

Hendro Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar mengatakan, desa bisa menggunakan dana desa untuk membentuk desa tangguh bencana termasuk peralatan yang dibutuhkan untuk penanggul;angan bencana membuka dapur umum, dan lainnya. Yang jelas desa tangguh bencana mengarahkan dan mengedukasi warganya mandiri secara dini menghadapi bencana.

Termasuk penghidupan kentongan sebagaiu penanda datangnyua bencana agar warga siap siaga. Di beberapa wilayah, kentongan masih cukup efektif untuk menjadi penanda bencana sehingga semua siaga menyelamatkan diri sendiri.(Tr-Kra27)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->