Babinsa Karangpandan Cek Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Tohkuning
Ditulis pada: Maret 05, 2026
KARANGANYAR — Babinsa setempat, Sertu M. Fajar, menindaklanjuti laporan warga terkait peristiwa kebakaran rumah milik Ibu Waginem yang terjadi di Dusun Brenggolo Rejo RT 02 RW 14, Desa Tohkuning, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, pada Jumat (6/3/2026).
Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh lilin yang digunakan sebagai penerangan, yang lupa dimatikan oleh pemilik rumah. Api dari lilin tersebut kemudian merembet ke pakaian yang berada di dekatnya sehingga memicu terjadinya kebakaran yang membakar sebagian bangunan rumah.
Sementara itu, saksi dalam kejadian tersebut antara lain:
Suwanto (41), warga Dusun Brenggolo Rejo RT 02 RW 14 Desa Tohkuning, Kecamatan Karangpandan. Joko Riswanto (40), warga Dusun Brenggolo Rejo RT 02 RW 14 Desa Tohkuning, Kecamatan Karangpandan.
Kronologi kejadian bermula pada Rabu (4/3/2026) ketika wilayah Kecamatan Karangpandan diguyur hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan sejumlah tiang listrik roboh dan kabel listrik putus. Akibatnya terjadi pemadaman listrik di wilayah tersebut.
Karena kondisi tersebut, Ibu Waginem menggunakan lilin sebagai penerangan di dalam rumahnya. Sekitar pukul 06.00 WIB, korban berangkat ke ladang untuk bertani dan lupa mematikan lilin yang masih menyala.
Api dari lilin kemudian merembet ke pakaian yang berada di dekatnya dan memicu kebakaran. Sekitar pukul 07.00 WIB, api mulai membesar dan membakar sebagian bangunan rumah.
Saksi pertama, yang merupakan tetangga korban, melihat kejadian tersebut dan segera memanggil warga lainnya serta meminta bantuan kepada petugas pemadam kebakaran. Warga sekitar juga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Sekitar pukul 07.20 WIB, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman. Berkat kerja sama petugas dan warga, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.40 WIB.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun kebakaran mengakibatkan atap rumah terbakar dengan kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp15.000.000 (lima belas juta rupiah).
Babinsa setempat bersama aparat terkait juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan lilin atau sumber api lainnya, terutama saat kondisi pemadaman listrik, guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.(Pen27)