Nguri-Uri Budaya Jawa, Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Amankan Pagelaran Wayang Kulit Di Wonosari
Ditulis pada: Juli 10, 2026
KLATEN – Babinsa Desa Sekaran Koramil 22/Wonosari Kodim 0723/Klaten, Sertu Widopo bersama Bhabinkamtibmas Desa Sekaran Polsek Wonosari, Aiptu Bagus menghadiri sekaligus melaksanakan pengamanan kegiatan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dalam rangka Bersih Dusun RW 01 dan RW 02 Desa Sekaran.
Kegiatan budaya yang menghadirkan dalang Ki Gombloh Giyarno dari Juwiring, Kabupaten Klaten dengan lakon "Wahyu Tri Kahono Luko" tersebut berlangsung di Dukuh Sekaran, Desa Sekaran Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten, (10/7/2026).
Pengamanan yang dilakukan aparat TNI-Polri merupakan bagian dari komitmen dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama berlangsungnya kegiatan budaya yang dihadiri ratusan warga. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga menjadi wujud sinergitas aparat kewilayahan dalam mendukung setiap kegiatan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Wonosari Sri Wahyuningsih, S.Psi., Kepala Desa Sekaran Heri Try Marjono, S.T., Ketua BPD Desa Sekaran Wasiman beserta anggota, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, Ketua RW 01 Totok Harwanto, Ketua RW 02 Siswanto, serta warga Desa Sekaran yang antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit hingga selesai.
Kegiatan Bersih Dusun merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkah, keselamatan serta harapan agar masyarakat senantiasa diberikan ketenteraman dan kemakmuran. Tradisi tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan dan menjaga nilai-nilai gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.
Selain memiliki nilai spiritual dan sosial, pagelaran wayang kulit yang digelar juga menjadi sarana untuk melestarikan atau nguri-uri kebudayaan Jawa. Melalui pertunjukan seni tradisional tersebut, masyarakat khususnya generasi muda, diharapkan semakin mengenal, mencintai dan turut menjaga warisan budaya bangsa agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Di sela kegiatan, Babinsa Desa Sekaran Sertu Widopo menyampaikan bahwa kehadiran aparat kewilayahan dalam setiap kegiatan masyarakat bukan hanya untuk melaksanakan pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah yang menjadi identitas bangsa.
“Wayang kulit merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi dan pendidikan yang sangat tinggi. Kehadiran kami bersama Bhabinkamtibmas bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar sehingga masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus melestarikan budaya Jawa dengan penuh rasa nyaman. Sinergi TNI, Polri, pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Sertu Widopo.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sekaran Heri Try Marjono mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan Bersih Dusun. Menurutnya, tradisi budaya seperti pagelaran wayang kulit bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media mempererat persatuan dan memperkuat identitas budaya lokal yang harus terus dijaga bersama.
Sementara itu, Ketua Panitia Bersih Dusun RW 01, Totok Harwanto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat TNI-Polri, panitia, tokoh masyarakat hingga seluruh warga yang bergotong royong demi kelancaran acara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, pemerintah desa, Koramil 22/Wonosari, Polsek Wonosari, para tokoh masyarakat, serta semua pihak yang telah membantu sehingga pagelaran wayang kulit dalam rangka Bersih Dusun RW 01 dan RW 02 dapat berlangsung dengan aman, tertib, meriah dan lancar. Semoga kegiatan seperti ini terus dapat dilaksanakan sebagai sarana mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan budaya leluhur,” ungkap Totok Harwanto.
Selama berlangsungnya pagelaran wayang kulit hingga selesai, situasi tetap aman, tertib dan kondusif. Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa seni budaya tradisional masih mendapat tempat di hati masyarakat serta menjadi perekat persaudaraan di lingkungan Desa Sekaran.
Kodim 0723/Klaten melalui jajaran Koramil terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat dalam setiap kegiatan kewilayahan. Melalui sinergi bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, Polri, serta seluruh komponen masyarakat, TNI akan terus mendukung pelestarian budaya bangsa, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta menjaga stabilitas keamanan wilayah sebagai fondasi bagi terwujudnya kehidupan masyarakat yang aman, harmonis dan berbudaya. (Red)
Kegiatan budaya yang menghadirkan dalang Ki Gombloh Giyarno dari Juwiring, Kabupaten Klaten dengan lakon "Wahyu Tri Kahono Luko" tersebut berlangsung di Dukuh Sekaran, Desa Sekaran Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten, (10/7/2026).
Pengamanan yang dilakukan aparat TNI-Polri merupakan bagian dari komitmen dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama berlangsungnya kegiatan budaya yang dihadiri ratusan warga. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga menjadi wujud sinergitas aparat kewilayahan dalam mendukung setiap kegiatan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Wonosari Sri Wahyuningsih, S.Psi., Kepala Desa Sekaran Heri Try Marjono, S.T., Ketua BPD Desa Sekaran Wasiman beserta anggota, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, Ketua RW 01 Totok Harwanto, Ketua RW 02 Siswanto, serta warga Desa Sekaran yang antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit hingga selesai.
Kegiatan Bersih Dusun merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkah, keselamatan serta harapan agar masyarakat senantiasa diberikan ketenteraman dan kemakmuran. Tradisi tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan dan menjaga nilai-nilai gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.
Selain memiliki nilai spiritual dan sosial, pagelaran wayang kulit yang digelar juga menjadi sarana untuk melestarikan atau nguri-uri kebudayaan Jawa. Melalui pertunjukan seni tradisional tersebut, masyarakat khususnya generasi muda, diharapkan semakin mengenal, mencintai dan turut menjaga warisan budaya bangsa agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Di sela kegiatan, Babinsa Desa Sekaran Sertu Widopo menyampaikan bahwa kehadiran aparat kewilayahan dalam setiap kegiatan masyarakat bukan hanya untuk melaksanakan pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah yang menjadi identitas bangsa.
“Wayang kulit merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi dan pendidikan yang sangat tinggi. Kehadiran kami bersama Bhabinkamtibmas bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar sehingga masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus melestarikan budaya Jawa dengan penuh rasa nyaman. Sinergi TNI, Polri, pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Sertu Widopo.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sekaran Heri Try Marjono mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan Bersih Dusun. Menurutnya, tradisi budaya seperti pagelaran wayang kulit bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media mempererat persatuan dan memperkuat identitas budaya lokal yang harus terus dijaga bersama.
Sementara itu, Ketua Panitia Bersih Dusun RW 01, Totok Harwanto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat TNI-Polri, panitia, tokoh masyarakat hingga seluruh warga yang bergotong royong demi kelancaran acara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, pemerintah desa, Koramil 22/Wonosari, Polsek Wonosari, para tokoh masyarakat, serta semua pihak yang telah membantu sehingga pagelaran wayang kulit dalam rangka Bersih Dusun RW 01 dan RW 02 dapat berlangsung dengan aman, tertib, meriah dan lancar. Semoga kegiatan seperti ini terus dapat dilaksanakan sebagai sarana mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan budaya leluhur,” ungkap Totok Harwanto.
Selama berlangsungnya pagelaran wayang kulit hingga selesai, situasi tetap aman, tertib dan kondusif. Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa seni budaya tradisional masih mendapat tempat di hati masyarakat serta menjadi perekat persaudaraan di lingkungan Desa Sekaran.
Kodim 0723/Klaten melalui jajaran Koramil terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat dalam setiap kegiatan kewilayahan. Melalui sinergi bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, Polri, serta seluruh komponen masyarakat, TNI akan terus mendukung pelestarian budaya bangsa, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta menjaga stabilitas keamanan wilayah sebagai fondasi bagi terwujudnya kehidupan masyarakat yang aman, harmonis dan berbudaya. (Red)