Babinsa Koramil Juwiring Dampingi Poktan Subur Makmur Gropyok Tikus, Tekan Ancaman Hama
Ditulis pada: Agustus 19, 2026
KLATEN – Upaya menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus dilakukan jajaran Kodim 0723/Klaten melalui peran aktif Babinsa di wilayah binaan. Babinsa Koramil 21/Juwiring, Serma Mujahid Asfari bersama Babinsa lainnya, mendampingi Kelompok Tani (Poktan) Subur Makmur melaksanakan kegiatan gropyok tikus sebagai langkah pengendalian hama tikus di area persawahan Desa Tanjung, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Kamis (20/8/2026)
Kegiatan pengendalian hama tersebut dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan Babinsa dan para petani. Selain menjadi bagian dari upaya menjaga tanaman padi dari serangan hama yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman, kegiatan gropyok tikus juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan serta membangun kebersamaan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.
Serangan hama tikus menjadi salah satu persoalan yang kerap dihadapi petani, terutama pada areal persawahan yang menjadi sentra produksi pangan. Keberadaan tikus dapat mengakibatkan kerusakan tanaman sejak fase pertumbuhan hingga menjelang panen sehingga apabila tidak dikendalikan secara bersama-sama dapat berdampak terhadap hasil produksi pertanian.
Dengan semangat gotong royong, para petani bersama Babinsa melakukan penyisiran di sejumlah bagian persawahan yang menjadi lokasi perkembangbiakan maupun tempat persembunyian tikus. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lahan pertanian sekaligus langkah pencegahan agar populasi hama tidak berkembang dan menimbulkan kerugian bagi petani.
Serma Mujahid Asfari mengatakan, kegiatan gropyok tikus merupakan salah satu bentuk pendampingan Babinsa kepada masyarakat, khususnya para petani yang sedang berupaya menjaga tanaman dan meningkatkan hasil pertanian.
“Gropyok tikus ini merupakan kegiatan yang sederhana, tetapi memiliki manfaat yang besar bagi petani. Dengan dilakukan secara bersama-sama, pengendalian hama dapat lebih efektif sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di antara petani dan masyarakat,” ujar Serma Mujahid Asfari.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk membantu pengendalian hama, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kedekatan dan komunikasi dengan masyarakat. Kehadiran TNI di tengah petani diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketahanan pangan di wilayah.
“Bagi kami, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kenyamanan antara TNI dengan rakyat. Babinsa harus selalu hadir dan ikut membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat, termasuk dalam bidang pertanian,” kata Serma Mujahid Asfari.
Ia menambahkan, pengendalian hama tikus membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama. Tidak cukup hanya dilakukan oleh satu atau dua orang petani karena tikus dapat berpindah dari satu lahan ke lahan lainnya. Karena itu, gerakan secara serentak dan gotong royong dinilai menjadi salah satu cara yang lebih efektif untuk menekan perkembangan populasi hama.
“Kalau dilakukan bersama-sama dan secara berkelanjutan, pengendalian hama tikus akan lebih maksimal. Harapannya tanaman padi dapat tumbuh dengan baik, kerusakan bisa ditekan, dan hasil panen para petani nantinya dapat lebih optimal,” lanjutnya.
Pendampingan tersebut sekaligus menunjukkan peran Babinsa dalam mendukung program ketahanan pangan di tingkat desa. Melalui komunikasi sosial dan keterlibatan langsung dalam kegiatan pertanian, Babinsa dapat mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus mendorong munculnya solusi yang dilakukan secara bersama-sama.
Bagi Poktan Subur Makmur, kegiatan gropyok tikus tidak hanya menjadi agenda pengendalian hama, tetapi juga momentum memperkuat kekompakan antarpetani. Semangat gotong royong menjadi modal penting dalam menjaga lahan pertanian agar tetap produktif dan memberikan hasil yang mampu mendukung kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala sesuai kondisi di lapangan. Upaya pengendalian hama yang dilakukan sejak dini menjadi langkah penting untuk meminimalkan potensi kerusakan tanaman, terutama ketika tanaman padi memasuki fase yang rentan terhadap serangan tikus.
Kodim 0723/Klaten melalui jajaran Koramil akan terus mendorong keterlibatan Babinsa dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di wilayah binaan. Pendampingan kepada kelompok tani merupakan bagian dari komitmen TNI untuk hadir di tengah masyarakat, membangun kebersamaan, serta mendukung upaya peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Melalui sinergi antara TNI, kelompok tani dan masyarakat, berbagai persoalan di sektor pertanian diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat dan bersama-sama. Semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi kekuatan penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Red)