Skip to main content

Dandim 0727/Karanganyar Pimpin Apel Gabungan, Wabup dan Kapolres Tekankan Keselamatan Personel dalam Penanganan Karhutla

KARANGANYAR — Komandan Kodim (Dandim) 0727/Karanganyar Letkol Kav Dhanang Prasetyo Kurniawan, S.H., M.Tr., Opsla., bertindak sebagai pimpinan apel gabungan dalam rangka penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan RPH Blumbang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (17/10/2026).

Apel gabungan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 08.45 WIB di Pos Pendakian Cemara Kandang tersebut diikuti sekitar 160 personel dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan instansi terkait. Kegiatan ini bertujuan mengoordinasikan kesiapan personel sekaligus menentukan langkah pemantauan dan penanganan penyebaran api.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana, S.E., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel TNI-Polri, tim SAR gabungan, BPBD, dan relawan yang telah bekerja dalam penanganan karhutla.

Wakil Bupati menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas bagi setiap Search and Rescue Unit (SRU). Setiap regu diminta memahami tanggung jawab dan jalur pergerakannya serta tetap bersama rombongan selama menjalankan tugas. Sebelum bergerak ke lokasi, seluruh personel juga diharapkan berdoa agar kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan.

Sementara itu, Dandim 0727/Karanganyar Letkol Kav Dhanang Prasetyo Kurniawan menegaskan bahwa kegiatan tersebut difokuskan untuk mengecek perkembangan penyebaran api dan mengetahui kondisi terkini di lapangan. Informasi yang diperoleh akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Dandim juga mengingatkan agar seluruh personel tidak menganggap kebakaran hutan sebagai kejadian rutin tahunan di wilayah Tawangmangu. Kejadian ini harus menjadi evaluasi bersama agar kebakaran serupa dapat dicegah pada masa mendatang.

Ia menegaskan pentingnya mengutamakan keselamatan, baik personel maupun materiil, sehingga seluruh rangkaian tugas dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana.

Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penanganan karhutla telah memasuki hari ketiga. Upaya pemadaman masih dilakukan secara manual melalui metode gepyok dan pembuatan ilaran untuk memutus rambatan api.

Kapolres menekankan bahwa keselamatan personel harus menjadi prioritas utama. Setiap regu diminta mendata jumlah anggota sebelum berangkat, selama berada di lokasi, hingga kembali ke posko. Seluruh personel juga diwajibkan membawa alat komunikasi dan terus berkoordinasi untuk melaporkan perkembangan situasi.

Selain itu, pengecekan kesehatan harus dilakukan sebelum personel bertugas. Petugas yang mengalami gangguan kesehatan diminta tidak memaksakan diri. Kapolres juga menyampaikan rencana dukungan helikopter water bombing dari Polda untuk membantu pemadaman dari udara, dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber air yang memadai.

Berdasarkan laporan saat apel berlangsung, luas kawasan hutan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 100 hektare. Hingga saat itu, api masih belum berhasil dikendalikan sehingga pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui titik api tambahan dan menentukan lokasi penyekatan guna mencegah rambatan api semakin meluas.

Apel gabungan ini menjadi bagian penting dari koordinasi lintas instansi dalam penanganan karhutla di wilayah Tawangmangu. Melalui sinergi seluruh unsur, diharapkan upaya pemadaman dapat berjalan lebih efektif dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan perlindungan kawasan hutan.(Pen27)
Uploaded Image
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->